TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan impor bahan baku atau penolong sebesar 2,50 persen secara bulanan pada Juli lalu. Kemungkinan penurunan impor terjadi karena ada sisa stok pada April-Mei lalu karena penjualan yang rendah," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman kepada Tempo, seperti dilansir Koran Tempo edisi Senin 24 Agustus 2020. Kemudian, Adhi mengatakan ekspor industri makanan minuman juga tumbuh tipis selama periode Januari-Juni lalu dibandingkan tahun lalu. "Saya memperkirakan impor bahan baku akan meningkat lagi bulan ini (Agustus) untuk pasar domestik dan ekspor," kata dia. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno juga mengatakan penurunan importasi bahan baku terjadi karena pasokan yang diimpor pada triwulan I belum habis.
Source: Koran Tempo August 22, 2020 03:33 UTC