Kepada polisi wilayah Feixi, wanita yang tidak disebut namanya itu bercerita bahwa dia menyewa sebuah taksi lewat aplikasi untuk mengunjungi keluarga di pedesaan pada Juli lalu. Sekitar 6 Agustus lalu, korban mulai menerima ratusan telepon dan pesan teks yang meminta layanan seksual, dari kencan hingga pijat. Si wanita mengetahui nomor teleponnya diunggah di situs iklan layanan seksual oleh orang-orang yang menghubunginya. Wang mengaku hal itu dia lakukan untuk membalas komentar negatif yang ditulis mantan penumpangnya tersebut. Polisi lalu memerintahkan Wang meminta maaf dan membayar sejumlah kompensasi kepada si wanita.
Source: Koran Tempo October 17, 2016 01:07 UTC