Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan gejala pada kanker paru kerap tidak nampak ketika penyakit berada di stadium awal. Ini berakibat dimana data saat ini menunjukkan bahwa 60 persen pasien kanker paru datang dalam stadium lanjut," kata Aru dalam webinar “Pentingnya Diagnosis yang Tepat untuk Kanker Paru”, Selasa (9/11/2022). Maka, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor risiko, gejala, dan perawatan yang tersedia termasuk modalitas diagnosis kanker paru sehingga kanker paru dapat diobati dengan tepat. “Kanker paru adalah jenis kanker yang angka kejadiannya paling tinggi pada laki-laki di Indonesia dengan 95 persen kanker paru akibat lingkungan serta gaya hidup, dan kebiasaan merokok. Berdasarkan data Globocan 2020, di Indonesia terlihat dua masalah kanker paru, yaitu jumlah kasus paru yang terus meningkat dan hanya dapat diatasi dengan melakukan pencegahan atau pengendalian faktor risiko kanker paru.
Source: Suara Pembaruan November 09, 2022 17:41 UTC