TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal merekrut mahasiswa jurusan teknik dari berbagai universitas untuk menjadi relawan pendamping korban gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat. Tugas dari mahasiswa itu adalah untuk menjadi fasilitator dari Kementerian PUPR guna membantu masyarakat dalam membangun atau memperbaiki rumahnya yang terkena dampak gempa beberapa waktu lalu. Saat ini, korban gempa Lombok sudah mulai membersihkan rumah bersama Tentara Nasional Indonesia. Perbaikan rumah para korban gempa Lombok direncanakan awal September 2018. Dari 1.002 gempa tersebut, terdapat 45 kali gempa dirasakan dengan magnitude 3-6,9 SR pada kedalaman 10-23 km.
Source: Koran Tempo August 27, 2018 10:41 UTC