Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochamad Riyadi, menjelaskan berdasarkan posisi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa. BMKG sempat mengeluarkan peringatan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami di pesisir selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY dengan level berbeda. Sirene tanda peringatan dini tsunami di beberapa pantai selatan Jawa Barat juga berbunyi seperti di Pangandaran dan Garut. "Kondisi muka air laut di pesisir Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Bantul, Kulon Progo, Cianjur, Garut, Sukabumi, Cilacap dan Kebumen semuanya normal. "Kemudian di Kebumen terdapat 2 orang luka-luka dan di Kota Pekalongan 1 orang luka, semuanya akibat tertimpa rumah roboh," ucap Sutopo.
Source: Kompas December 16, 2017 09:00 UTC