REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Ketua Umum asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey memperkirakan, sedikitnya ada 1.200 karyawan yang telah kehilangan pekerjaan menyusul ditutupnya sejumlah gerai ritel modern sejak pertengahan 2017 lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, kabar mengenai tutupnya sejumlah gerai ritel modern mewarnai pemberitaan media. Kemudian disusul oleh tumbangnya Pasaraya Blok M dan Manggarai, sejumlah gerai Ramayana, dan yang terbaru Lotus dan Debenhams. Ekonom dari institute for development of economics and finance (Indef), Bhima Yudhistira, menilai, tumbangnya sejumlah gerai ritel modern disebabkan oleh ketidakmampuan peritel dalam membaca pergeseran pola konsumsi di masyarakat. Selain itu, faktor lain seperti lokasi yang tak lagi strategis, perencanaan bisnis yang kurang matang dan biaya operasional yang terlalu besar juga ikut menjadi penyebab tumbangnya sejumlah gerai ritel modern.
Source: Republika October 30, 2017 09:11 UTC