Asap dan abu vulkanis menyembur dari kawah Gunung Agung pascaletusan freatik kedua, terpantau dari Desa Culik, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Baca juga: BNPB: Debu Erupsi Gunung Agung Mengarah ke Lombok"Hal ini menerangkan bahwa aliran lava dari dasar kawah gunung menuju ke atas kadang-kadang kecepatannya tidak sama. "Kelima stasiun ini membaca semua aktivitas sekeliling Gunung Agung yang mewakili releng Selatan dan Utara," katanya. Baca juga: Gunung Agung Erupsi 6.142 Meter, PVMBG: Status Penerbangan MerahIa menerangkan, tremor Gunung Agung sebelumnya terjadi di bawah "over skill" itu atau kira-kira hampir 40 persennya. Pihaknya mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung dan wisatawan tidak melakukan melakukan pendakian serta aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya area kawah gunung tertinggi di Bali ini.
Source: Koran Tempo November 27, 2017 00:11 UTC