Seorang penduduk memperhatikan Gunung Agung yang meletus sehari sebelumnya dari Desa Rendang, Karangasem, Bali, 22 November 2017. Gunung Agung terakhir meletus pada 54 tahun yang lalu. REUTERS/Johannes P. ChristoTEMPO.CO, Karangasem - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan level peringatan penerbangan menjadi merah setelah adanya erupsi Gunung Agung, Bali, dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 6.142 meter di atas permukaan laut. Kasbani mengatakan informasi tersebut menjadi pertimbangan bagi pilot atau pelaku penerbangan untuk menghindari jalur udara di sekitar kawasan Gunung Agung. Meski telah mengeluarkan status penerbangan di Bali menjadi merah, PVMBG menyatakan kewenangan untuk melarang penerbangan melintas di jalur udara atau di atas Gunung Agung berada di tangan otoritas terkait.
Source: Koran Tempo November 26, 2017 01:41 UTC