Bisa jadi, andai Raden Ajeng (RA) Kartini masih hidup, yakin Beliau akan sedih melihat Ibu-Ibu di Indonesia sampai antre untuk membeli minyak goreng (migor) di negerinya sendiri. Bila surat-surat RA Kartini yang ditulis dalam memperjuangkan kaum wanita Indonesia, akhirnya dibukukan dalam Buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang (HGTT), maka untuk kali ini, Indonesia yang bagi rakyat dirasakan TERUS GELAP, TERBIT GELAP LAGI (TGTGL)Buku HGTTBuku HGTT adalah kumpulan surat-surat RA Kartini. Dalam buku ini terkisah perjalanan hidup seorang RA Kartini, dan surat-suratnya yang isinya tentang cita-citanya untuk memajukan kaum wanita, harapan-harapanya dan perjalanan hidupnya. Namun, setelah dikumpulkan dan dijadikan buku, Mr. J. H. Abendanon, ternyata memberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang (HGTT) atau Door Duisternis Tot Licht (DDTL) dalam bahasa Belanda. Surat-surat RA Kartini pada zaman itu, adalah bukti betapa besarnya keinginan Kartini untuk melepaskan wanita-wanita dari diskriminasi yang sudah membudaya.
Source: Kompas April 21, 2022 15:28 UTC