Pasar murah ini menjual berbagai bahan pangan antara lain beras, bawang putih, bawang merah, gula pasir, telur, daging, dan sebagainya. Tempo/Tony HartawanTEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan, tingginya harga gula pasir di pasaran karena ikut terpengaruh oleh berkembangnya isu virus corona. Menurut dia, sejumlah pihak tak bertanggung jawab sengaja menahan pasokan lantaran khawatir tak memperoleh stok impor gula setelah virus itu meluas di beberapa negara. Pengecekan dilakukan lantaran menurut perhitungan Kemendag, stok gula di dalam negeri semestinya masih cukup untuk memenuhi cadangan konsumsi hingga Februari 2020. Surat izin impor ini ditujukan untuk impor gula kristal mentah atau raw sugar sebesar 438 ribu ton.
Source: Koran Tempo March 04, 2020 15:00 UTC