JawaPos.com - Menghentikan kompetisi selama dua pekan dirasa belum cukup untuk mengevaluasi sepak bola Indonesia. Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), PSSI, dan berbagai pihak terkait lainnya didorong untuk melakukan aksi yang lebih nyata serta menyeluruh. "Kedua, klub harus bertanggung jawab jika ada penonton meninggal dunia karena bentrokan di area stadion baik sebelum, saat, dan sesudah pertandingan pada hari pertandingan," imbuhnya. Oryza mengatakan jika perlu ada tindakan sangat tegas kepada klub yang suporternya terlibat bentrokan atau kerusuhan di area stadion. "Jika ada kejadian suporter meninggal di area stadion karena kerusuhan, maka klub harus didiskualifikasi, dan otomatis diturunkan kasta.
Source: Jawa Pos September 25, 2018 18:00 UTC