REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ''Islam bagi saya adalah seni hidup,'' kata seorang lelaki asal Timor Timur, Roberto Freitar (32 tahun). Sejak masuk Islam, dia telah mengganti namanya menjadi Hasan Basri, seperti nama mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hasan bersama warga eks Timor Timur lainnya, kini menempati Kampung Babakan, Desa Gunungmanik, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. ''Saya mengambil sikap tidak akan kembali ke Timor Timur selamanya,'' ujar Hasan yang ditemui menjelang shalat Dzuhur. Sebelum meninggalkan Timor Timur, Hasan mengatakan para kerabatnya mengancam, ''Jangan kau macam-macam.
Source: Republika December 01, 2016 10:25 UTC