TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bio Farma Rahman Roestan menyampaikan komitmen perusahaannya yang akan memberikan perhatian pada produksi vaksin halal sesuai dengan Undang-undang Jaminan Produk Halal (JPH). Baca: Pemerintah Tetap Imunisasi Masyarakat yang Tak Menolak Vaksin MRIa mengatakan Bio Farma secara bertahap mendaftarkan sertifikasi halal untuk produk vaksin yang diproduksi sendiri. Saat ini, kata Rahman, Bio Farma sedang melakukan riset pengembangan untuk memproduksi vaksin MR yang ditargetkan selesai bertahap pada 2020 dan 2024. Baca: Kesepakatan MUI, Menteri Kesehatan, dan Bio Farma Soal Vaksin MRKehalalan vaksinasi measles rubella atau vaksin MR diperdebatkan saat pemerintah mulai melakukan kegiatan imunisasi secara serentak sejak 1 Agustus 2018. Kementerian Kesehatan, Majelis Ulama Indonesia dan Bio Farma telah bertemu untuk membicarakan soal kehalalan vaksin MR. Lembaga-lembaga ini sepakat untuk mempercepat proses sertifikasi kehalalan dan panduan keagamaan dalam imunisasi.
Source: Koran Tempo August 04, 2018 04:07 UTC