REUTERS/Tyrone SiuTEMPO.CO, Hong Kong – Pemerintah Hong Kong mengatakan wilayah semi-otonomi ini memasuki masa resesi setelah didera unjuk rasa besar-besaran selama lima bulan terakhir, yang kerap berakhir rusuh pada demonstrasi akhir pekan. “Pukulan terhadap ekonomi kita (dari unjuk rasa) komprehensif,” kata Pau Chan, menteri Keuangan Hong Kong, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 28 Oktober 2019. Ini karena otoritas Hong Kong melarang penggunaan masker dalam unjuk rasa dengan mengaktifkan kembali sebuah undang-undang darurat. Hong Kong Free Press juga meminta agar seorang fotografernya yang ditahan segera dibebaskan. Unjuk rasa di Hong Kong, seperti dilansir Reuters, awalnya menuntut agar pemerintah membatalkan pembahasan legislasi ekstradisi.
Source: Koran Tempo October 28, 2019 11:15 UTC