REPUBLIKA.CO.ID, Istilah maksum menjadi sifat para nabi yang terjaga dari kesalahan dalam menyampaikan agama. Kemaksuman menjadi bentuk keterja gaan para nabi dan rasul dari kesalahan dan dosa ketika menerima wahyu dan menyam paikan wahyu. Beberapa ulama mengungkapkan jika Nabi SAW langsung ditegur Allah SWT manakala perilakunya harus diluruskan. Anggapan ini memicu timbulnya kebingungan, keresahan, dan ketegangan di masyarakat, khususnya terkait dengan 'ishmatul imam atau imam yang maksum. MUI pun menjelaskan, kewajiban taat kepada pemimpin atau Imam hanya terbatas jika imam taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Source: Republika March 23, 2018 10:52 UTC