Ia menyebut salah satu sentimen utama yaitu kabar terbaru dari konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, di mana Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda selama lima hari serangan militer ke pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran. Selama libur panjang Lebaran, Hans menjelaskan pasar keuangan global mengalami volatilitas tinggi akibat ketidakpastian perang antara AS dan Israel melawan Iran. Trump memberikan ancaman akan menghancurkan fasilitas listrik di Iran apabila Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam. Menanggapi ancaman itu, Iran membalas dengan ancaman akan menghancurkan infrastruktur energi dan minyak di kawasan Teluk apabila fasilitas listrik negaranya diserang. Pada akhirnya, pada Senin (23/3), Trump mengatakan akan menunda selama lima hari serangan militernya ke pembangkit listrik dan fasilitas energi di Iran.
Source: Republika March 24, 2026 11:29 UTC