Analis pasar modal sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana mengungkapkan, bursa Asia yang mayoritas menguat menjadi katalis positif, ditambah dengan masih masuknya dana asing meskipun dalam jumlah yang belum terlalu besar. Dari sisi domestik, wacana pemangkasan anggaran makan bergizi gratis (MBG) menjadi sentimen positif bagi pasar karena memberikan sinyal bahwa pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal sehingga kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN bisa sedikit mereda. Namun demikian, di tengah penguatan IHSG, Hendra mengatakan nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS menunjukkan tekanan eksternal masih belum sepenuhnya hilang. Baca juga : OJK: Pasar Modal Indonesia masih Prospektif meski Banyak Tekanan"Oleh karena itu, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dana asing dan nilai tukar rupiah," jelasnya. Jika IHSG mampu menembus area tersebut dengan volume yang meningkat, maka ada peluang IHSG bergerak menuju area 7.450–7.500 dalam jangka pendek.
Source: Media Indonesia March 26, 2026 03:28 UTC