Embrio tikus buatan itu, dijelaskan bulan ini di jurnal Science, adalah langkah besar menuju penciptaan embrio sintetis yang sangat mirip embrio alami. Tapi tanpa menggunakan telur, para ilmuwan telah mengalami kesulitan membuat sel-sel untuk berkomunikasi satu sama lain di awal pengembangan. Para ilmuwan berhasil mengkloning domba Dolly, misalnya, tanpa memerlukan sperma domba jantan, tetapi mereka masih membutuhkan sel telur untuk memadukan DNA dewasa kloning. Setelah empat hari, embrio mulai menyerupai embrio tikus normal. Para peneliti Cambridge, misalnya, merekayasa berbagai jenis sel yang berbeda agar tampil berbeda sehingga mereka bisa melacak bagaimana mereka berperilaku saat embrio berkembang.
Source: Koran Tempo March 11, 2017 17:03 UTC