REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Yayasan Sains, Teknologi, dan Peradaban Inggris, Prof Mohamed El-Gomati menilai, para ilmuwan Islam kala itu mendalami ilmu semata-mata demi kebaikan hidup umat manusia. Hal ini kontras dengan fungsi pusat pengetahuan saat ini di mana komersialisasi dan pematenan ide atau penemuan merupakan hal yang amat dituntut. Misalnya, pada sekitar tahun 1600 M, semua ilmu sains disebut filosofi alam. Yang menarik untuk ditelaah adalah bahwa Ibnu Al-Haitham merupakan orang pertama yang mematemati kakan sains dalam karyanya di bidang fisika. Hal ini amat penting dam paknya bagi perkembangan persamaan mate matika hari ini.
Source: Republika August 21, 2017 15:45 UTC