REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayyeb mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan perang melawan separatisme. El-Tayyeb memperingatkan dampak pernyataannya itu dapat mengakibatkan perilaku tidak beradab terhadap Islam, membangun budaya kebencian dan rasialisme, serta melahirkan terorisme. Menurut El-Tayyeb, pernyataan itu dibuat untuk mendapatkan keuntungan politik dengan mengkambinghitamkan agama Islam. Karenanya, El-Tayyeb memperingatkan dampak dari pernyataan Macron tersebut dapat membangun budaya kebencian dan rasialisme serta melahirkan terorisme. Menurut Macron, para imam akan dilatih di Prancis sehingga mereka bisa belajar bahasa dan hukum negaranya.
Source: Republika October 06, 2020 00:22 UTC