SEPULUH bulan purnama telah berlalu sejak Novel Baswedan disiram air keras saat pulang shalat berjamaah pada subuh 11 April 2017. (Baca juga: Ombudsman Akan Panggil Novel Baswedan dan KPK untuk Evaluasi Polri)Pengungkapan kasus Novel Baswedan karenanya adalah pertaruhan ke-sekian kita bahwa keadilan itu masih ada di bumi pertiwi dan layak diperjuangkan. Kita yang justru berutang mata kepada Novel dan pada perjuangan antikorupsi untuk secara serius dan maksimal mengungkap pelaku utama teror air keras pada Novel. Utang mata fisik novel harus kita bayar lunas dengan membuka mata hati kita untuk terus berjuang tanpa takut, tanpa henti. Kepada Novel Baswedan kita berutang mata fisik dan mata jiwa antikorupsi.
Source: Kompas February 22, 2018 03:00 UTC