TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan lockdown selama perayaan Natal atau sekitar lima hari. Padahal sebelumnya ada rencana untuk mengurangi aturan lockdown selama perayaan Natal. Angka virus corona di Inggris dalam dua pekan terakhir meningkat karena diyakini adanya jenis baru virus corona. REUTERS/Nacho DoceLewat aturan lockdown yang baru, acara kumpul-kumpul dalam ruangan atau indoor dibatasi hanya boleh dihadiri oleh tiga kepala keluarga. Dia awalnya menolak seruan untuk mengubah rencana relaksasi selama Natal dengan mengatakan akan sangat tidak manusiawi melarang perayaan Natal.
Source: Koran Tempo December 20, 2020 03:54 UTC