Kekerasan di Myanmar meningkat setelah militer menggulingkan Aung San Suu Kyi. REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris pada hari Jumat (12/3) mendesak para warganya untuk meninggalkan Myanmar. Permintaan bagi warga Inggris agar keluar dari Myanmar juga muncul ketika pengacara Suu Kyi mencemooh tuduhan baru terkait suap, yang dilayangkan terhadap kliennya itu. Pemerintah Inggris mengatakan bahwa kekerasan di Myanmar meningkat setelah militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi melalui kudeta pada 1 Februari. Inggris mengutuk kekerasan di Myanmar dan menyerukan agar demokrasi dipulihkan.Pada awal pekan ini, Inggris juga menyiratkan sedang menjajaki sanksi tambahan terhadap Myanmar.
Source: Republika March 12, 2021 21:00 UTC