Seperti yang dialami seorang siswi SMA, sebut saja Melati (15) yang nyaris menjadi korban perkosaan di lokasi kuburan China di Kelurahan Donggala, Kecamatan Hulonthalangi, Gorontalo pada Selasa (7/2). Dua jam kemudian berlalu, tiba-tiba mereka didatangi oleh dua pemuda yang mengaku sebagai warga setempat. Dua pemuda tersebut awalnya memarahi sambil menasehati bahwasannya tidak boleh pacaran di lokasi seperti pekuburan. Sedangkan sang pacar, Aldi yang merupakan warga Kecamatan Telaga justru disuruh pulang sembari diancam akan dilaporkan ke yang berwajib. Kasat Reskrim Gorontalo Kota, AKP Tumpal Alexander, mengaku sudah menerima laporan tersebut dan tengah mengungkap sekaligus mengejar dua pemuda tersebut.
Source: Jawa Pos February 11, 2017 02:34 UTC