Dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Bupati Banggai dan dihadiri pimpinan Polri dan TNI. Sementara yang hadir sebagai peserta rapat antara lain Forkominda Kabupaten Banggai, anggota DPRD Banggai, tokoh masyarakat masing-masing suku yang di kab Banggai, dan perwakilan dua suku yang berkonflik. “Tapi, pada pukul 15.30, tiba-tiba saja massa yang jumlahnya kurang lebih 500 orang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Banggai,” paparnya. Tak berapa lama kemudian, massa mulai anarkistis dengan melakukan pelemparan kepada aparat yang melakukan pengamanan di lokasi acara pertemuan itu. Di mana delapan orang diduga melakukan pengrusakan, delapan orang memiliki senjata tajam, dan dua orang melakukan pelemparan batu.
Source: Jawa Pos August 28, 2017 17:14 UTC