Mirza menegaskan jika kurs rupiah terlalu kuat, hal itu tidak akan baik bagi neraca perdagangan Indonesia. JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyatakan bahwa kurs rupiah akan menguat jika inflasi rendah. Jika rupiah terlalu menguat, hal itu itu akan membuat barang impor semakin murah, sehingga pedagang lebih memilih impor daripada produksi. Mirza menuturkan, kurs rupiah merupakan cerminan dari situasi neraca pembayaran, ekspor impor barang dan jasa defisit atau surplus, dan situasi inflasi. "Kurs yang terlalu kuat juga membuat barang impor terasa murah, kemudian pedagang lebih senang impor dibanding produksi.
Source: Kompas July 07, 2016 10:28 UTC