Aksi ini semakin menyebar ditiru oleh anak dan remaja karena pengaruh media sosial. "Oleh karenanya, postingan di media sosial perlu diberi keterangan bahwa ini berbahaya," jelasnya kepada wartawan, Senin (12/3). Yang lebih penting lagi, lanjut Vera, orang tua perlu proaktif bicara tentang hal ini dengan anak. Vera mencontohkan, sebelumnya fenomena smack down dan permainan kekerasan lainnya juga sempat merebak di kalangan anak-anak dan remaja identik dengan kesenangan untuk mencari sensasi atau mencoba tantangan. Hal itu dalam rangka pembentukan jati dirinya di mana di dalamnya ada pertanyan tentang siapa saya dan saya bisa apa.
Source: Jawa Pos March 13, 2017 17:30 UTC