Malangnya, kata Prof Rokhmin, dari semua indikator, kapasitas IPTEK dan inovasi bangsa Indonesia, tak terkecuali di sektor Kelautan dan Perikanan, sampai sekarang tergolong rendah. Ia lalu menguraikan penyebab rendahnya kapasitas inovasi bangsa Indonesia. Kedua, rendahnya kreativitas, daya inovasi, dan entrepreneurship kebanyakan peneliti (Perguruan Tinggi, LIPI, BPPT, dan Kementerian). Mayoritas lulusan hanya bisa menghafal, tetapi lemah dalam hal analytical capability and problem solving, kreativitas, inovasi, teamwork, dan etos kerja unggul/akhlak mulia. Juga, political commitment Pemerintah, DPR, dan elit pemimpin bangsa terhadap R & D dan inovasi sangat rendah,” papar Rokhmin yang juga ketua Dewan Pakar MPN (Masyarakat Perikanan Nusantara).
Source: Republika August 04, 2020 03:56 UTC