BAGHDAD, KOMPAS.com – Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, Minggu (20/8/2017), mengumumkan dimulainya perang untuk merebut kembali Tal Afar, benteng pertahanan terakhir kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Irak utara setelah kejatuhan Mosul. Pengumuman itu dilakukan sebulan setlah pasukan Irak merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di negara itu, dari tangan ISIS. Baca: Pasukan Irak Cari Sisa Militan ISIS di Tal AfarSaat diambil alih ISIS tiga tahun silam, Tal Afar berpenduduk sekitar 200.000 orang. Menurut pejabat Irak, setidaknya masih ada sekitar 1.000 militan ISIS di Tal Afar dan mereka menggunakan warga sebagai tameng hidup mereka. Jika Tal Afar berhasil direbut kembali, pasukan Irak akan fokus untuk bertempur merebut kembali Hawija di Provinsi Kirkuk, 300 km utara Baghdad, ibu kota Irak.
Source: Kompas August 20, 2017 06:00 UTC