REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, Kamis (5/3/2026), menyatakan bahwa sebuah badan pemerintahan sementara beranggotakan tiga orang telah dibentuk untuk memimpin negara. Awal pekan ini, anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Qomi, yang bertugas memilih pemimpin negara, mengatakan bahwa proses pemilihan pemimpin tertinggi baru sedang berlangsung. Sementara itu, AS tengah mempertimbangkan operasi militer terhadap Iran yang dapat berlangsung setidaknya 100 hari atau hingga September, surat kabar Politico melaporkan. Pada Rabu (4/3/2026), Menteri Perang AS Pete Hegseth kembali merevisi jadwal operasi militer terhadap Iran menjadi delapan pekan dari sebelumnya empat hingga lima pekan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu empat hingga lima minggu untuk menyelesaikan serangan terhadap Iran, jika diperlukan.
Source: Republika March 05, 2026 16:27 UTC