"Karena, tuntutan dari Trump dan Netanyahu bahwa setiap pemimpin baru (Iran) itu harus melibatkan AS. Jika tidak, maka akan jadi target pembunuhan berikutnya," ujar guru besar ilmu sejarah UI itu kepada Republika, Senin (10/3/2026). Menurut Yon, tekanan yang datang dari Washington maupun Tel Aviv justru memperkuat resistensi di dalam negeri Iran. Dalam situasi seperti sekarang, Yon memperkirakan konflik bersenjata antara Iran dan aliansi Israel-AS belum akan mereda dalam waktu dekat. Karena, tidak ada tanda-tanda dari Iran akan menyerah, sementara AS dan Israel berambisi menghancurkan Iran," tukas Yon.
Source: Republika March 10, 2026 21:41 UTC