REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Sejak dini hari, Israel mulai menghujani Gaza dengan serangan mirip perang genosida yang dimulai pada Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun, menewaskan lebih dari 71 ribu orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak. Eskalasi ini terjadi bersamaan dengan upaya Presiden AS Donald Trump untuk memulai tahap kedua rencananya untuk Gaza, yang mencakup pembukaan perlintasan Rafah, pembentukan dewan perdamaian, dan pelucutan senjata perlawanan. Koresponden Aljazeera melaporkan, sejak Sabtu (1/2/2026) dini hari, pesawat tempur Israel terus melakukan pemboman gencar di berbagai wilayah di Jalur Gaza. Peta yang disusun Aljazeera menunjukkan serangan Israel mencakup wilayah utara dan selatan Gaza. Serangan tersebut menimpa daerah-daerah padat penduduk, pusat-pusat sipil, dan daerah-daerah pengungsian yang seharusnya aman bagi para pengungsi.
Source: Republika February 01, 2026 06:21 UTC