REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Provinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki potensi pasar keuangan syariah yang sangat terbuka. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, Jabar sudah sepantasnya menjadi yang terdepan dan menjadi pusat industri keuangan syariah di Indonesia. Namun demikian, indeks inklusi keuangan syariah di Jabar sudah lebih baik yaitu mencapai 21,56 persen. "Karena itu saya harap jasa keuangan syariah terus mengedukasi dan transaparan kepada masyarakat atau calon nasabah tentang karakteristik produk dan layanan jasa keuangan yang tersedia," katanya. Meliputi 34 Bank Syariah, 58 Operator Takaful atau asuransi syariah, 7 model Ventura Syariah, 163 BPR Syariah, 1 Pegadaian Syariah dan sekitar 4.500 lebih Koperasi Syariah atau Baitul Maal wat Tamwil.
Source: Republika August 07, 2017 12:00 UTC