JawaPos.com- Upaya mewujudkan mobil listrik nasional (molina), tampaknya, bakal menemui jalan terjal. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, ada beberapa syarat agar mobil listrik bisa masuk industri (produksi masal). Baik untuk para periset Indonesia yang saat ini mengembangkan mobil listrik maupun pabrikan otomotif luar negeri yang akan berinvestasi di Indonesia. Airlangga mengakui, saat ini sudah ada sejumlah investor yang berminat bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan mobil listrik di Indonesia. Sementara itu, untuk mobil, Indonesia masih berkutat pada penerapan teknologi untuk mencapai level enam.
Source: Jawa Pos August 30, 2017 22:52 UTC