REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Jam Kiamat (Doomsday Clock) pada Selasa (27/1/2026) digeser ke posisi 85 detik menuju tengah malam. Jam Kiamat dikelola oleh Bulletin of the Atomic Scientists. Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menyebut meningkatnya risiko nuklir, percepatan perubahan iklim, serta pesatnya pengembangan teknologi disruptif sebagai faktor utama di balik keputusan tersebut. Jam Kiamat diciptakan setelah Perang Dunia II, menyusul penggunaan bom atom, dengan tujuan memperingatkan publik dan para pengambil kebijakan mengenai ancaman terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Dalam beberapa tahun terakhir, jarum Jam Kiamat terus bergerak mendekati tengah malam.
Source: Republika January 28, 2026 14:45 UTC