REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Setelah penggulingan cepat Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan di Venezuela, ada keyakinan di kalangan politik di Washington, terutama di antara Partai Republik, bahwa skenario yang sama bisa terulang di Iran. Namun, majalah Newsweek menerbitkan artikel analitis dewan redaksinya yang memperingatkan bahwa perbandingan ini menyesatkan dan berbahaya. Mereka menyatakan Teheran sangat berbeda dari Venezuela dalam hal struktur politik dan militer serta kesiapan untuk berperang. Caine memperingatkan bahwa kekurangan amunisi dan kurangnya dukungan dari sekutu membuat operasi semacam itu jauh lebih berbahaya daripada operasi di Venezuela. Sementara Trump menyusun rencana untuk menggulingkan Teheran, situasi di dalam Iran membuat pengulangan apa yang disebut Newsweek sebagai "momen Maduro" jauh lebih rumit daripada yang terjadi di Caracas.
Source: Republika February 26, 2026 02:14 UTC