Mereka dipulangkan pasangan juara dunia 2018 itu di babak kedua Singapura Terbuka 2019, Kamis (11/4). “Pas poin 21-20, kami matinya terlalu mudah di bola-bola pembukaan,” sesal Jauza. Mereka juga banyak kecolongan poin dari permainan bola-bola atas Mayu/Wakana yang dikenal apik karena postur keduanya yang lebih tinggi dari rata-rata pemain ganda putri Jepang lainnya. Kadang ada, kadang hilang. Hasil ini juga memastikan tidak ada lagi ganda putri Indonesia yang tersisa di turnamen tersebut.
Source: Jawa Pos April 11, 2019 10:32 UTC