Mereka menemukan, gen China Selatan bertepatan dengan munculnya pertanian di Asia Tenggara sekitar 4.100 hingga 4.500 tahun yang lalu, bersamaan dengan munculnya tembikar dan peralatan yang dibuat dengan gaya China selatan. Denyut gen kedua mengalir dari China ke Asia Tenggara beberapa ribu tahun kemudian. Usia spesimen berkisar dari sekitar 4.100 tahun yang lalu, selama periode Neolitik, hingga Zaman Besi, 1.700 tahun yang lalu. Salah satu kendala DNA lebih cepat hancur adalah iklim panas dan lembab yang ada di Asia Tenggara. Saat ahli membandingkan DNA Asia Tenggara kuno dengan yang berasal dari daerah sekitarnya, mereka menemukan tanda genetik asing yang berasal dari China Selatan.
Source: Kompas May 18, 2018 12:30 UTC