Jokowi mendesak PBB agar lebih intensif menjaga kemajemukan dan toleransi. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan prihatin dengan masih adanya praktik intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama. Jokowi pun mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar lebih intensif menjaga kemajemukan dan toleransi. "Kalau ini (intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama) dibiarkan maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi," kata Jokowi dalam pidato Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual, Ahad (15/11).
Source: Republika November 15, 2020 05:15 UTC