TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2022 direncanakan sebesar 4,85 persen terhadap produk domestik bruto alias PDB atau Rp 868,0 triliun. ADVERTISEMENTSebelumnya, Jokowi mengatakan belanja negara dalam RAPBN 2022 direncanakan sebesar Rp 2.708,7 triliun. Nilai tersebut meliputi belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.938,3 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 770,4 triliunRinciannya, antara lain anggaran kesehatan direncanakan Rp 255,3 triliun, anggaran perlindungan sosial Rp 427,5 triliun, anggaran pendidikan Rp 541,7 triliun, serta anggaran pembangunan infrastruktur Rp 384,8 triliun. Adapun pendapatan negara pada 2022, menurut Jokowi, perlu ditingkatkan menjadi sebesar Rp 1.840,7 triliun untuk mencapai sasaran pembangunan. Pendapatan tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.506,9 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 333,2 triliun.
Source: Koran Tempo August 16, 2021 07:18 UTC