Junta Myanmar menuduh kelompok etnis bersenjata membunuh 25 pekerja konstruksiREPUBLIKA.CO.ID, YANGON - Media yang dikendalikan junta Myanmar menuduh kelompok etnis bersenjata membunuh 25 pekerja konstruksi di timur negara, Senin (14/6) waktu setempat. Konflik di perbatasan Myanmar telah berkobar kembali di beberapa tempat sejak tentara merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi. Surat kabar Global New Light of Myanmar dan televisi Myawaddy yang dikendalikan tentara menunjukkan gambar-gambar dari apa yang tampak seperti 25 mayat yang dibaringkan di pembukaan hutan. KNDO, yang telah memperjuangkan otonomi yang lebih besar bagi rakyat Karen sejak 1947, termasuk di antara kelompok etnis bersenjata yang sangat menentang pengambilalihan militer. Pasukan junta telah membunuh lebih dari 860 orang sejak kudeta, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.
Source: Republika June 14, 2021 05:03 UTC