REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, penurunan daya beli masyarakat bukan hanya sekedar isu yang dihembuskan sebagai 'alat' lawan politik, tapi merupakan fakta yang terjadi. "Sadarlah, presiden telah keliru bahwa industri tumbuh 16,9 persen dan menyatakan tidak ada penurunan daya beli masyarakat dan buruh. Ia berpendapat bahwa pernyataan tersebut keliru karena saat ini terjadi penurunan daya beli masyarakat, harga kebutuhan pokok yang melambung, naiknya tarif dasar listrik serta BBM. Di samping itu, upah buruh murah, juga terjadi PHK diberbagai sektor industri di seluruh Indonesia sehingga semakin melemahkan daya beli buruh dan masyarakat. "Jadi online itu hanya menyerap ratusan tenaga kerja tapi faktanya akibat daya beli buruh dan rakyat yang menurun telah terjadi PHK besar-besaran, hampir 50 ribu buruh ter PHK dalam tiga bulan terakhir," ujar dia.
Source: Republika October 07, 2017 08:03 UTC