Laga tersebut menelan 17 korban tewas akibat berdesakan memasuki pintu stadion. Berdasarkan keterangan seorang saksi, hanya ada dua petugas keamanan yang berjaga di stadion berkapasitas delapan ribu orang itu. Salah satu korban, Domingos Vika, menuturkan panitia pertandingan justru memperbolehkan kerumunan massa yang tidak mendapat akses untuk masuk ke dalam stadion. "Ketika mereka memberi kesempatan kepada semua orang untuk masuk, kami semua sudah menumpuki pintu masuk," ucapanya seperti dilansir Al Jazirah, Sabtu (11/2). Ada 76 korban, 17 di antaranya meninggal dunia," sambung direktur rumah sakit umum setempat, Ernesto Luis.
Source: Republika February 11, 2017 16:30 UTC