Pria sebatang kara itu mengatakan, kejadian bermula pada saat dirinya meninggalkan rumah untuk mengambil air ke sungai sekira pukul 18.00 Wita. Jerigen baru sampai menyentuh air, buaya muara yang diperkirakan panjang tiga meter lebih itu langsung menyambar dirinya. ”Jadi saat saya lihat tangan saya berdarah, saya langsung meminta bantuan warga yang cukup jauh dari pondok saya. Pasalnya, dia merasa tak sekalipun mengganggu buaya di sungai tersebut. Dia berharap, agar kiranya pemerintah secepat mungkin membuatkan penangkaran buaya di Kutim.
Source: Jawa Pos March 19, 2017 12:00 UTC