Lepas dari itu, sesungguhnya bagaimana Bung Karno sebagai pemimpin bangsa memandang peran kaum hawa? Di sisi lain, Bung Karno melihat ekses feminisme di Eropa yang cenderung menyamaratakan laki-laki dan perempuan. Bung Karno menilai, maksud feminisme yang mulanya baik, yaitu persamaan hak antara perempuan dan lelaki, telah melewati batas. Menurut Bung Karno, kaum wanita rakyat jelata enggan akan feminisme. Sebab, lanjut Bung Karno, perempuan sosialis mampu dan harus mendapatkan pekerjaan di ruang publik sekaligus tidak kehilangan rasa keibuan dan cinta.
Source: Republika March 12, 2017 21:11 UTC