Anak-belajar di pondok atap rumbia Kampung Baca Bukik Ase (Riki Chandra/JawaPos.com)Namanya hari libur, bocah 5 tahun itu tampak bersungut-sungut menaati perintah ayah. Kampung Baca Bukik Ase cukup jauh dari riuh Kota Padang. Gaya bercakapnya memang harus dengan bahasa Minang," kata salah seorang relawan Kampung Baca Bukik Ase, Yuri Gita Putri pada JawaPos.com. Guru Silek Kampung Baca Bukik Ase, Zulhelman Pandeka Dirajo mengatakan, semua anak-anak dibebaskan untuk bergabung di Bukik Ase tanpa kecuali. Inisator lainnya, Yusrizal KW mengatakan, Kampung Baca Bukik Ase ini merupakan titik awal menuju Nagari literasi Minangkabau.
Source: Jawa Pos March 20, 2019 10:15 UTC