Kapal tanker Jepang yang mengangkut 25 ribu ton metanol diserang di Selat Hormuz. REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Kapal tanker milik perusahaan ekspedisi asal Jepang, Kokuka Sangyo Ltd, diserang di dekat Selat Hormuz pada Kamis (13/6). Presiden Kokuka Sangyo, Yutaka Katada, mengungkapkan, kapal tanker miliknya diserang sebanyak dua kali. Bulan lalu, empat kapal tanker, dua di antaranya milik Arab Saudi, juga diserang di Selat Hormuz, tepatnya dekat pelabuhan Fujairah, di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Dalam laporan itu disebutkan bahwa empat kapal tanker yang menjadi target kemungkinan besar diserang menggunakan ranjau limpet.
Source: Republika June 13, 2019 12:20 UTC