REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, pelaku teror di Sibolga memang berharap adanya kontak senjata dengan polisi. "Dia (istri Abu Hamzah) memang mau mati karena memercayai bom bunuh diri tiket ke surga. Menurut Tito, pelaku peledakan bom di Sibolga, merakit bom secara mandiri. Pihak Detasemen Khusus (Densus) 88, kata dia, membutuhkan waktu sampai 10 jam untuk melakukan negosiasi agar istri Abu Hamzah menyerahkan diri. Tapi negosiasi tidak ada hasil, Istri Abu Hamzah memutuskan melakukan aksi bom bunuh diri yang menewaskan ia beserta seorang anaknya.
Source: Republika March 14, 2019 11:42 UTC