"Yang diserang itu polisi, bukan masyarakat, jadi saya rasa (masyarakat) tenang saja," ujar Badrodin di Mabes Polri, Rabu, 6 Juli 2016. Pada Februari 2016 lalu, teror bom di Thamrin, Jakarta Pusat pun terjadi di sekitar pos polisi. TEMPO/Dian Triyuli HandokoTEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti meminta masyarakat untuk tidak panik ataupun resah berada di ruang publik ataupun kantor polisi pasca bom di Polresta Solo, Selasa 5 Juli 2016 kemarin. Meskipun sudah disupport informasi intelijen, personel polisi di lapangan tetap perlu ekstra hati-hati. Badrodin melanjutkan bahwa hingga saat ini ia masih meyakini polisi tetap menjadi target serangan utama teroris.
Source: Koran Tempo July 06, 2016 14:51 UTC