TEMPO.CO, Jakarta - Serangan siber Juice Jacking populer terjadi pada 2010. Saat itu kelompok hacker bernama worm Stuxnet menggunakan perangkat USB untuk menyuntikkan malware ke jaringan fasilitas nuklir Iran. Territory Channel Manager SEA Kaspersky di Indonesia, Dony Koesmandarin, menjelaskan bahwa Juice Jacking merupakan serangan dunia siber yang melibatkan port pengisian daya yang berfungsi sebagai koneksi data. Donny menjelaskan, dalam proses serangan Juice Jacking, pihak luar memodifikasi USB dan menyuntikkan malware. “Dan betul tempat umum di mana perangkat Anda akan terhubung tentu merupakan salah satu ancaman potensial, tidak terkecuali charging station yang tersedia untuk publik,” katanya tentang bahaya juice jacking.
Source: Koran Tempo January 20, 2020 23:03 UTC